Pages

Thursday, June 29, 2006

Bagaimana Pola Pelipatan Protein?

Tau ga, protein (yang katanya penting), dibentuk oleh kombinasi 20 macam asam amino yang berbeda. Pola-pola bergandengan asam2 amino tersebut bisa bermacam-macam. Ada banyak kombinasi yang bisa terbentuk. Anyway, satu fenomena di dalam dunia protein-perproteinan, yang tidak kunjung mampu dijawab oleh manusia sampai saat ini adalah fenomena pola lipat-melipat. Protein, khususnya enzim, melipat dan membentuk suatu daerah yang dinamakan “active site domain”. Kenapa dinamakan active site? Karena orang meyakini bahwa daerah ini memiliki fungsi spesifik yang mengaktifasi atau menon-aktifasi reaksi-reaksi tertentu.

Struktur2 protein, dari yang linear sampe yang nglipet-lipet

Ga ngerti? Sama. Saya juga ga terlalu ngerti kok. Cuma karena disuruh baca sesuatu sama sensei, mau ga mau harus mencoba dan memaksakan diri untuk mengerti (yang sampai sejauh ini belum berhasil aja). Yang jelas, sekali lagi, sudah cukup lama orang berkutat mempelajari si protein. Perlu diketahui seluruh proses pembentukan tubuh kita dibantu oleh protein. Protein lah yang diyakini sebagai hasil akhir dari proses penterjemahan gen. Proses pembentukan hidung anda yang mancung, mata anda yang sipit, kulit anda yang coklat, dll, semua adalah campur tangan si protein (dan Tuhan juga tentunya).

Sesuai dengan judul, balik lagi ke fenomena lipat melipat di dalam struktur protein. Fenomena ini sudah diteliti selama kurang lebih 25 tahun lamanya. Tapi orang tetep ga tau dan ga bisa memprediksi pola pelipatan protein. Jadi suka-suka dia aja mau melipat kayak bagaimana…Walaupun sekarang fenomena ini belum mampu dijelaskan, suatu saat nanti, kemungkinan besar manusia akan bisa menjawab bagaimana pola fenomena ini terjadi (manusia gitu loh).

Setelah nanti si bang orang tahu gimana pola si protein melipat, apakah umat manusia akan menjadi lebih bahagia???

BTW, setelah baca ini, jadi tahu ga jawaban dari pertanyaan yang sekaligus jadi judul di atas?? Hehe....

Saturday, April 15, 2006

Para Pendosa

Siapa sih yang tidak pernah melakukan dosa atau kesalahan?
Jawabnya tidak ada. Semua pasti pernah melakukannya. Karena manusia memang tempatnya salah, lupa dan dosa. Termasuk saya, dia, mereka, dan juga anda. Jadi kesimpulannya, semua manusia adalah pendosa!!!

Diantara manusia-manusia pendosa di seluruh dunia, ada manusia-manusia yang sudah tidak peduli dan tidak peka terhadap kesalahan-kesalahannya, namun ada juga sebaliknya. Manusia yang peka terhadap kesalahan-kesalahannya dan senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri.

Taubat dan kemauan untuk selalu berusaha memperbaiki diri adalah yang membuat seseorang lebih baik dari orang lain. Semoga kita semua diberi kepekaan oleh Allah untuk selalu senantiasa sadar dan mawas diri akan kesalahan-kesalahan kita.

Monday, March 27, 2006

Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

Wahai Allah, ampunilah aku dan hamba-hambaMu yang lemah, takabur dan terlalu sering merasa lebih benar dari orang lain. Sadarkanlah dan ingatkanlah kami semua bahwa kami tidaklah sempurna. Kesempurnaan hanya milikMu semata, dan kami benar-benar adalah tempatnya salah dan lupa.

Thursday, March 09, 2006

Jangan Menunda-nunda!!

Berbuat baik dan beramal sholeh jangan ditunda-tunda. Begitu kata Bimbo di dalam lagunya “Jangan Ditunda-tunda”. Dan sungguh rangkaian kata-kata tersebut tidak bisa dianggap sepele. Karena apa yang bisa dilakukan sekarang, belum tentu dapat dilakukan nanti. Saya yakin kita semua sadar akan hal ini, hanya sering lupa saja.

Tadi malam Saya mendapat peringatan keras dari Tuhan untuk tidak menunda-nunda. Peringatan yang datang melalui mimpi, namun terasa sangat nyata.

Di dalam mimpi itu, saya belum melakukan shalat wajib. Dan sedang asyik melakukan sesuatu (ga inget juga melakukan apa). Padahal di dalam hati, sudah ada niat ingin melakukan shalat. Namun tidak dikerjakan... karena saking asyiknya. Setelah perkara asyik itu selesai, barulah saya jalan tergopoh-gopoh menuju kamar mandi. Namun ketika akan mengambil wudlu, setelah membuang air kecil (ga penting banget deh), bumi berguncang dengan sangat keras dan dahsyatnya!! Saya yang sedang di kamar mandipun terpaksa mengurungkan niat untuk berwudlu. Gempa bumi kah? Bukan! Jauh lebih dahysat dari sekedar gempa bumi! Tiba-tiba tubuh saya terangkat ke atas lalu terbanting ke bawah bagaikan adonan martabak telur yang sedang diracik oleh si abang martabak (duh... pengen makan martabak nih...). Dan seketika itu pula saya menyadari bahwa KIAMAT telah datang menghampiri. Akhir dari segalanya... Dan saya belum SHALAT!!! Perasaan menyesal yang amat sangat timbul di diriku. Penyesalan yang tidak ada artinya. Karena semuanya sudah terlambat... Damn!

Setelah tahu bahwa itu hanya mimpi, saya sadar bahwa saya telah diberikan kesempatan lagi untuk memperbaiki sikap.

Thank you O God for all of your blessings, which we often fail to see and be thankful of.
Ingat... JANGAN MENUNDA NUNDA!!! (peringatan keras bagi diri sendiri yang masih sering menunda-nunda)


Masih ada waktu untuk memperbaiki diri...
Walaupun kita tidak tahu sebanyak apa injury time yang kita punya.

Tuesday, January 31, 2006

Hijrahlah!!

Akan tiba saatnya ketika seorang anak manusia merasa stagnan. Entah karena merasa sungguh tidak berdaya dan hampir menyerah, atau merasa luar biasa mapan dan merasa tidak ada yang perlu diperjuangkan. Sifat stagnan akan membuat manusia kehilangan semangat untuk bertebaran di muka bumi untuk mewarnai hidup. Pada masa-masa seperti ini, seorang manusia perlu melakukan hijrah.

Hijrah?... Ya, Hijrah sahabat-sahabatku!!!

Hijrah berarti berpindah. Berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Berpindah dari satu kondisi kepada kondisi yang lain. Hijrah akan membuat si pelaku hijrah memiliki semangat baru, kekuatan baru, sudut pandang baru, hidup baru. Hijrah akan membebaskan seseorang dari penjara-penjara pikirannya (penjara kultur, penjara sejarah, penjara sistem sosial, dll) Ketika berhijrah, seseorang akan mulai berjuang dari nol lagi. Membuka halaman baru dengan semua yang serba baru.

Rasulullah saw pun melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Ketika itu, beliau sungguh ada di dalam tekanan yang amat dahsyat dari kafir Quraisy. Tugas berat (menyeru jalan selamat bagi seluruh umat manusia) masih dipikulnya, namun ancaman pembunuhan membayanginya. Turunlah perintah Allah untuk berhijrah. Meninggalkan tanah kelahiran, meninggalkan harta, meninggalkan semua (yang secara kasat mata) paling berarti.

Peristiwa Hijrah Rasulullah saw tersebut, ditetapkan sebagai dasar penanggalan kalender hijriah. Penetapan kalender hijriah bukan didasari tahun kelahiran Rasul, bukan pula tahun ia wafat. Mengapa? Jawabannya mungkin karena Hijrah-lah yang menjadi titik tolak perjuangan Rasul di dalam menegakkan jalan-Nya. Dengan berhijrahlah beliau mampu mentransformasi Islam menjadi kekuatan yang diakui oleh umat manusia.

Kita harus selalu ingat, bahwa walaupun ada banyak arah dan tujuan, hijrah yang utama adalah hijrah untuk membangun dan memperbaiki diri sendiri demi menggapai cinta sejati, cinta Allah Penggenggam alam semesta, serta menegakkan agamaNya.

Semoga semangat hijrah Rasulullah saw. senantiasa mewarnai jiwa kita semua di tahun baru hijriah ini. HAJARLAH KESOMBONGAN ZAMAN!!!

***Selamat Tahun Baru Hijriah 1427***

Semoga dapat menjadi penyemangat bagi jiwa-jiwa yang sedang lesu (termasuk jiwaku)...

Tuesday, January 10, 2006

Korbankan "Ismail"mu!!!

Jamarat. Perlambangan Syaitan yang menggoda Ibrahim ketika menjalankan perintah "Korbankan Ismail".

KORBANKAN “Ismail” mu! (terinspirasi oleh “Haji” karangan Dr. A. Syariati)

Ismail adalah anak dari Nabi Ibrahim a.s. Ibrahim a.s. Sangat menyayangi Ismail yang kelak akan juga menjadi seorang nabi. Bagaimana tidak, Ketika itu Ibrahim a.s sudah sangat tua, sedang ia belum juga dikaruniai oleh seorang anak. Setelah berdoa dan berdoa, akhirnya Allah mengkaruniai Ibrahim a.s. dengan Ismail. Sayangnya Ibrahim a.s. kepada Ismail luar biasa.

Idul Adha dan berhaji adalah napak tilas dari perjalanan Ibrahim a.s. ketika menjalankan perintah Tuhan yang sangat berat. Menyembelih Ismail. Di dunia ini, selain Ismail, mungkin tidak ada yang lebih disayangi oleh Ibrahim a.s. Namun Allah memerintahkannya untuk menyembelih Ismail yang sangat ia sayangi. Apa tujuan dibalik perintah itu?

Ibrahim a.s. adalah kekasih Allah. Namun sebagai manusia, ia masih memiliki kecintaan kepada dunia. Kecintaan Ibrahim a.s. kepada dunia termanifestasi pada Ismail. Maka ketika Allah memerintahkan Ibrahim a.s. untuk menyembelih Ismail, sebenarnya Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengorbankan kecintaannya kepada dunia. Apakah Ibrahim a.s. melakukannya? Jawabnya adalah YA. Dengan melewati berbagai macam rintangan dan godaan, akhirnya ia melaksanakan perintah Allah. Ismail pun tak kalah tabah dan berserahnya. Keikhlasan Ismail untuk menerima perintah Allah menjadi salah satu kunci keyakinan Ibrahim a.s. di dalam melaksanakan perintah tersebut. Pada akhirnya, Ismail digantikan oleh hewan qurban, dan Ibrahim a.s. tidak kehilangan apapun. Sebagai symbol bahwa kecintaan kepada Allah tidak akan membawa manusia kepada kesengsaraan.

Kisah nabi Ibrahim tersebut seharusnya menjadi contoh bagi kita semua. Di dalam hati kita semua, kecintaan kepada dunia pasti ada. Bahkan tidak jarang kecintaan kepada dunia mendominasi dan mengalahkan kecintaan kita kepada Allah. Banyak orang yang lebih cinta uang daripada Allah. Banyak orang yang lebih cinta perempuan daripada Allah. Banyak orang yang lebih cinta menonton pertandingan liga Inggris di TV daripada Allah (sekedar mengingatkan diri sendiri, hehe..).

Idul Adha adalah ajang yang mengingatkan kita untuk MENGORBANKAN “Ismail-Ismail” kita di dunia. Tentunya untuk menggapai cinta yang lebih mulia. Mengorbankan di sini tentunya simbolis (makanya diberi bold dan italic) Identifikasi apa dan siapa “Ismail”mu, dan jangan biarkan cinta kita kepada “Ismail-Ismail” kita di dunia melebihi cinta kita kepada Sang Pencipta.

*SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1426 Hijriah*
Semoga kita selalu senantiasa berusaha untuk menggapai cinta-NYA…
 Posted by Picasa

Monday, January 02, 2006

Merdeka dari Panca Indra

Terbebasnya Keterbatasan Indera Manusia


Sebagai manusia, seringkali kita lupa akan keterbatasan dan kelemahan kita. Sering sekali kita merasa hebat. Lebih hebat daripada makhluk lain, lebih hebat daripada manusia lain, bahkan seringkali secara tidak sadar kita merasa lebih hebat daripada Tuhan. Padahal manusia tidaklah begitu hebat.


Manusia penuh dengan keterbatasan dan kelemahan. Dan selamanya akan seperti itu. Kelemahan yang harus selalu diingat dan diwaspadai adalah terbatasnya kemampuan otak kita. Semua informasi yang diterima manusia diproses oleh otak. Sinyal-sinyal melalui panca indera diteruskan dan kemudian diinterpretasi oleh otak kita. Jadi sebenarnya hidup yang kita rasakan ini adalah interpretasi dari otak kita semata. Kita akan selalu terpenjara di dalam otak kita selama kita hidup. Interpretasi-interpretasi yang sama sekali belum tentu nyata.


Kebahagiaan atau kesengsaraan sejati baru akan dirasakan seorang manusia ketika ia mengecup kematian. Pada saat itu, hubungan seorang manusia dengan fisiknya di dunia akan terputus. Ia akan mampu melihat dan merasakan hakikat dari segalanya. Tanpa dibatasi oleh tembok-tembok indera. Saya berharap, ketika saat itu tiba, kebahagiaan sejati yang saya rasakan. Bukan penyesalan dan kesedihan. Dan semoga kebahagiaan sejati dirasakan juga oleh semua yang berhak mendapatkannya.

A Tribute to My Uncle

Transisi

Terang ditelan gelap

Ceria ditelan sedih

Kebenaran ditelan kejahatan

Hidup ditelan mati


Begitulah dunia ini apa adanya

Tiada ada yang abadi selamanya

Hanya Dia yang akan selalu ada

Bertahta di atas singgasanaNya


Apalah daya seorang manusia

Ketika kuasanya ada batasnya

Menyesal tidaklah berguna

Sang hati kan terus menderita


Melepas pekatnya benci

Mampu menerima transisi

Adalah kekuatan yang tiada tara

Arungilah dunia sebagai ksatria


*A tribute to my Uncle, who went to meet the call of his Lord on January the 1st 2006.*


Innalillahi wa inna ilaihi raji'un

Telah berpulang ke Rahmatullah Om Yana di Tasikmalaya. Semoga Arwah beliau diterima dengan baik di sisiNya. Diterima amal ibadahnya, diampuni segala dosa dan kesalahannya. Aamiiiin.


Monday, November 21, 2005

Gugur dan Tumbuhnya Dedaunan: Analogi Indonesia yang Dilanda Krisis


Di Balik Indahnya Musim Gugur

Pohon yang sedang menggugurkan daunnya


Pernahkan anda mengalami musim gugur? Daun-daunan yang tadinya berwarna hijau segar oleh klorofil, berubah warna melalui serangkaian metabolisme yang rumit. Dedaunan berubah warna menjadi kuning, merah, dan jingga, bergantung pada jenis tumbuhannya. Pemandangan semacam ini sangat menarik, dan indah.


Gugurnya dedaunan pada tumbuhan disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya karena faktor suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya matahari, dan lain lain. Walaupun indah dilihat, gugurnya daun terjadi akibat tekanan-tekanan eksternal tersebut. Saya menggarisbawahi “tekanan” karena hal inilah yang menjadi faktor utama terjadinya gugur daun.


Memasuki musim dingin, semua daun berguguran, kemudian tumbuhan akan memasuki masa dorman, mati suri, di mana metabolisme di dalam tumbuhan hampir sama sekali tidak terjadi.


Musim Gugur di Indonesia

Saat ini, di Indonesia juga sedang terjadi "musim gugur". Namun yang gugur adalah kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya, norma-norma budaya di dalam masyarakat, dan lain-lain.


Gugurnya Kepercayaan Rakyat terhadap Pemimpin

Kepercayaan rakyat kepada para pemimpin akan gugur apabila pemimpin bertindak tidak mampu bersikap amanah. Hal ini akan terjadi pada pemimpin manapun, bahkan kepada yang dipilih secara demokratis sekalipun. Hal ini terjadi di Indonesia. Seperti gugurnya dedaunan pada tumbuhan, gugurnya kepercayaan terjadi akibat tekanan-tekanan yang dialami masyarakat. Tekanan yang terjadi diantaranya dalam wujud kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat.

Kebijakan-kebijakan yang tidak bersahabat kepada rakyat bertubi-tubi diluncurkan oleh para petinggi-petinggi kita. Diantaranya adalah keputusan pemotongan subsidi BBM sehingga terjadi kenaikan harga hampir sebesar 100%, pengesahan Undang-Undang menaikkan tunjangan fungsional anggota DPR (yang sering tidak hadir / tidur saat sidang) sebesar 10 juta rupiah, kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras (padahal petani masih sanggup memenuhi kebutuhan dalam negeri), dll. Kebijakan-kebijakan tidak populis ini sangat memberatkan rakyat. Tidak ada empati terhadap kondisi rakyat!!!

Para Anggota Dewan yang sedang Berusaha Keras Memperjuangkan Nasib Rakyat (tapi sedikit mengantuk)


Akankah kepercayaan kepada para pemimpin gugur sepenuhnya?


Gugurnya Norma-norma dan Budi Pekerti di dalam Masyarakat

Setiap hari, dalam koran atau media masa lainnya, kita dapatkan judul-judul yang menyedihkan, seperti, “Pemuda Bunuh Diri karena Tidak Dibelikan Handphone”, “Siswa SMU Melakukan Pesta Mesum di dalam Kelas”, dan lain-lain (silakan anda buka koran hari ini). Norma-norma yang pernah saya pelajari di SD dan SMP seperti bersabar, menjaga harga diri, saling tolong menolong, rajin menabung, agaknya perlahan lahan mulai ditinggalkan oleh rakyat kita. Teori-teori PPKn dan PMP sepertinya sudah mulai usang dan diganti dengan sesuatu yang lebih mutakhir.


Tekanan-tekanan yang berkontribusi terhadap gugurnya norma-norma di dalam masyarakat ada banyak sekali. Tekanan yang paling terasa adalah tekanan budaya konsumerisme yang menjamur melalui banyak jalur. Konsumerisme ini tidak diimbangi oleh kenaikan daya beli, sehingga terjadilah banyak kejadian-kejadian “aneh” seperti yang diliput di dalam media masa. Kemudian ada juga faktor tekanan budaya barat (kebebasan berbicara dan kebebasan bertindak(as in free sex)) yang membuat masysarakat menjadi tidak terkendali. Budaya asli Indonesia (entah budaya apa) terobrak-abrik tidak jelas. Tidak ada rasa malu, tidak ada rasa canggung untuk berbuat yang salah..


Akankah norma-norma yang dulu pernah diajarkan kepada saya dan generasi saya di dalam pelajaran PMP dan PPKn gugur sepenuhnya?


Musim Gugur Berlanjut ke Musim Semi

Musim gugur diikuti oleh musim dingin, dan kemudian diikuti oleh musim semi. Kita semua tahu bahwa musim semi sangat indah. Bunga-bunga bermekaran, pepohonan menghijaukan daunnya kembali, hewan-hewan aktif kembali, dan suhu kembali menjadi nyaman.


Akankah Indonesia mengalami "musim semi" di masa depan? Ketika rakyat dapat menaruh kepercayaan penuh kepada para pemimpin. Ketika para pemimpin habis-habisan memperjuangan nasib rakyatnya? Ketika norma-norma dalam masyarakat kembali
dihormati dan menjadi penyeimbang di dalam masyarakat?


Hanya WAKTU dan USAHA kita yang dapat menjawab semuanya. Semoga kita dapat berkontribusi terhadap perbaikan Indonesia. Semoga "musim dingin" atau "musim kemarau " berkepanjangan tidak selamanya melanda Indonesia.

Wednesday, November 16, 2005

Mengupas Sedikit di Balik Demo Anti Bush

Sedikit Liputan Demo di Kampus Kyoto

Suasana Demonstrasi di Main Campus Kyoto University









Demonstrasi adalah sarana yang mudah dan ampuh untuk menyuarakan aspirasi. Demonstrasi tidak selalu harus diidentikkan dengan anarki, emosi, terlebih dengan perbuatan merusak. Sama halnya seperti pengalaman saya di ITB dulu, demonstrasi yang gambarnya telah saya upload di sebelah ini niscaya berjalan dengan tenang, tertib, namun menarik.

Gambar-gambar ini saya ambil pada waktu istirahat (pukul 12.00 - 13.00 waktu Kyoto). Samar-samar anda bisa melihat tulisan "APEC" pada Baligo, dan pasti bisa menebak-nebak topik apa yang sedang mereka angkat. Pastinya berhubungan dengan salah satu negara APEC yang menjadi mitra Jepang.


Berangkat menuju ke Imperial Palace









Hari ini Presiden Amerika Serikat, George W. Bush berkunjung ke Kyoto guna melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Jepang Junichiro Koizumi. Karena kemampuan saya untuk membaca kanji sangat kurang, bahkan hampir nol, saya pun hanya menebak-nebak apa maksud dari demonstrasi ini.

"Tenggelamlah bersama Bush, Koizumi" atau "Turunlah bersama Bush, Koizumi" ?

Dalam aksi ini, Bush dan Koizumi diintimidasi untuk "turun". Maksud "turun" di sini masih ambigu bagi saya.

Walaupun tampaknya antusiasme masyarakat kampus relatif rendah, masih banyak orang yang lalu lalang (khususnya mahasiswa asing seperti saya) yang menyempatkan diri untuk menonton "pertunjukan". Bahkan beberapa mahasiswa asing diberikan kesempatan untuk berorasi mengungkapkan perasaannya. Walaupun tidak seatraktif orang jepang di dalam berorasi, tetap saja rambut pirang, badan tinggi, dan bahasa jepang yang terbata-bata menjadi atraksi tersendiri.

Kampus yang kembali sepi setelah Demo










Demo diakhiri dengan long march menuju Kyoto Imperial Palace, tempat Bush melakukan diskusi dengan Koizumi. Entah apa yang mereka lakukan di sana. Rasanya tidak mungkin mereka digebuk polisi atau membuat kericuhan. Demo yang menarik, dan membuat rindu kepada kampusku, ITB zaman dulu.

Kemanusiaan Universal Melahirkan Kebencian Universal
Rupanya Amerika Serikat, khususnya George Bush telah menjadi musuh bersama masyarakat dunia. Invasi ke Iraq yang brutal dan ternyata bermotif ekonomi telah menjadikan Bush musuh orang-orang di seluruh belahan bumi. Bahkan pemimpin yang berasosiasi dengannya dianggap seburuk dirinya. Tidak terkecuali Junichiro Koizumi.

Kemampuan empati manusia di negara-negara maju jauh lebih baik dibandingkan dengan manusia di negara berkembang, lebih-lebih apabila dibandingkan dengan negara terbelakang. Pembunuhan massal Bush di Iraq dengan "mesin" Amerikanya, atas dasar kepentingan ekonomi semata (untuk mengatur harga minyak dunia) pasti membuat geram orang yang mampu berpikir. Kegeraman ini membuahkan kebencian terhadap Bush dan kroninya. Kebencian itu bahkan datang dari rakyatnya sendiri.

Nilai kemanusiaan universal telah diinjak-injak, bentuk reaksi yang muncul adalah kebencian universal dari penduduk dunia. Bush dan Amerikanya boleh menguasai ekonomi dunia, tapi bisa jadi suatu saat kepentingan materi yang dikaitkan dengan ekonomi akan tidak berarti. Pada saat itulah (mungkin) kita bisa menyaksikan letusan benih-benih kebencian yang telah termanifestasi. Sebagian orang akan melihatnya sebagai kembang api yang indah, dan sebagian lagi akan melihatnya sebagai bom yang dahsyat. Maybe...

Sedikit Mengenai Demo di Indonesia
Di dalam melakukan demo ini, teman-teman di Kyoto University agaknya memperhatikan beberapa hal yang memang HARUS diperhatikan oleh para perancang demo di belahan dunia lain. Demo yang tidak ada persiapan yang matang secara teknis dan ideologis, hanya akan menjadi angin lalu.

Di Indonesia, ketidakadilan dan kekecewaan rakyat hanya bisa disalurkan melalui demo, yang sama sekali tidak diperhatikan oleh Pemerintah. Melihat komentar-komentar para petinggi di Indonesia, agaknya demo hanya dianggap sebagai angin lalu saja.

Beberapa contoh
"Biarkan saja, nanti juga setelah mereka ga bisa makan mereka berhenti berdemo." kata wapres Jusuf Kalla ketika ditanya seorang wartawan mengenai demo kenaikan BBM.
"Silakan masyarakat berdemo, Pemerintah sudah punya latar belakang mengapa sebuah kebijakan dilakukan." kata Presiden SBY ketika ditanya mengenai maraknya demo di Indonesia.

Bagi yang ingin berdemo sih demo aja. Suarakan suara kamu. Walaupun bapak bapak petinggi kita tidak mendengar anda, paling tidak ada kepuasan bagi diri sendiri. Dan selain itu, orang lain pun bisa belajar dari ide yang anda punya. Intinya, walaupun tidak diliput oleh media secara besar-besaran, atau tidak dihiraukan oleh Petinggi negara, Demonstrasi tetap memiliki pengaruh tersendiri.